PMK tentang Akreditasi RS

PMK_No._34_ttg_Akreditasi_Rumah_Sakit

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Arti H-index dan i10-index

Perhitungan sitasi yang digunakan oleh Google Scholar dan Scopus yaitu H-index dan i10-index. Apa sih artinya???

H-index adalah bilangan h terbesar, dengan sejumlah h artikel paling sedikit mempunyai h citation. Contohnya, bila h-index 5, berarti ada 5 artikel yang disitasi oleh minimum 5 artikel penyitasi.

Sedangkan i10-index berarti bilangan i10 terbesar, dengan sejumlah i10 artikel mempunyai jumlah sitasi minimum 10. Contohnya, bila i10-index 1 berarti ada 1 artikel yang disitasi oleh minimum 10 artikel penyitasi.

(Dikutip dari Buku Manajemen Penerbitan Jurnal Elektronik, LIPI Press)

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Tugas & Tanggung Jawab Pengarang/ Penulis

Tugas dan tanggung jawab pengarang/ penulis yaitu:

  1. Memastikan bahwa , daftar pengarang/ penulis memenuhi kriteria sebagai pengarang/ penulis.
  2. Bertanggung jawab secara kolektif untuk pekerjaan dan isi artikel meliputi metode, analisis, perhitungan, dan perinciannya.
  3. Menyatakan asal sumber daya (termasuk pendanaan), baik secara langsung maupun tidak langsung.
  4. Menjelaskan keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian.
  5. Menanggapi komentar yang dibuat oleh para mitra bestari secara profesional dan tepat waktu.
  6. Menginformasikan kepada editor jika akan menarik kembali karya tulisnya.
  7. Membuat pernyataan bahwa karya tulis yang diserahkan untuk diterbitkan adalah asli, belum pernah dipublikasikan di mana pun dalam bahasa apa pun, serta tidak sedang proses pengajuan ke penerbit lain.

Lukman, Atmaja, Hidayat. (2017). Manajemen Penerbitan Jurnal Elektronik. LIPI Press.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Tugas & Tanggung Jawab Mitra Bestari

Tugas dan tanggung jawab mitra bestari yaitu:

  1. Mendapat tugas dari editor untuk menelaah karya tulis dan menyampaikan hasil penelaahan kepada editor sebagai bahan penentuan kelayakan suatu karya tulis untuk diterbitkan.
  2. Penelaah tidak boleh melakukan telaah atas karya tulis yang melibatkan dirinya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  3. Menjaga privasi pengarang dengan tidak menyebarluaskan hasil koreksi, saran, serta memberikan rekomendasi.
  4. Mendorong pengarang/ penulis untuk melakukan perbaikan karya tulis.
  5. Menelaah kembali karya tulis yang telah diperbaiki sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
  6. Karya tulis ditelaah secara tepat waktu sesuai dengan gaya selingkung terbitan berdasarkan kaidah ilmiah (metode pengumpulan data, legalitas pengarang, kesimpulan, dan lain-lain).

(Lukman, Atmaja, Hidayat. (2017). Manajemen Penerbitan Jurnal Elektronik. LIPI Press)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Tugas & Tanggung Jawab Editor

Tugas dan tanggung jawab editor :

  1. Mempertemukan kebutuhan pembaca dan pengarang/ penulis.
  2. Mengupayakan peningkatan mutu publikasi secara berkelanjutan.
  3. Menerapkan proses untuk menjamin mutu karya tulis yang dipublikasikan.
  4. Mengedepankan kebebasan berpendapat secara objektif.
  5. Memelihara rekam jejak akademik pengarang.
  6. Menyampaikan koreksi, klarifikasi, penarikan, dan permintaan maaf apabila diperlukan.
  7. Bertanggung jawab atas gaya dan format karya tulis, sedangkan isi dan segala pernyataan dalam karya tulis adalah tanggung jawab pengarang/ penulis.
  8. Secara aktif meminta pendapat pengarang, pembaca, mitra bestari, dan anggota dewan editor untuk meningkatkan mutu publikasi.
  9. Mendorong dilakukannya penilaian terhadap jurnal apabila ada temuan.
  10. Mendukung inisiatif untuk mengurangi kesalahan penelitian dan publikasi dengan meminta pengarang melampirkan formulir kaji etik yang sudah disetujui.
  11. Mendukung inisiatif untuk mendidik peneliti tentang etika publikasi.
  12. Mengkaji efek kebijakan terbitan terhadap sikap pengarang/ penulis dan mitra bestari serta memperbaikinya untuk meningkatkan tanggung jawab dan memperkecil kesalahan.
  13. Memiliki pikiran terbuka terhadap pendapat baru atau pandangan orang lain yang mungkin bertentangan dengan pendapat pribadi.
  14. Tidak mempertahankan pendapat sendiri, pengarang, atau pihak ketiga yang dapat mengakibatkan keputusan tidak objektif.
  15. Mendorong pengarang/ penulis supaya dapat memperbaiki karya tulis hingga layak terbit.

Lukman, Atmaja, Hidayat. (2017). Manajemen Penerbitan Jurnal Elektronik. LIPI Press.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Hadits tentang Akhlak

“Kebajikan itu adalah akhlak yang baik dan dosa itu ialah sesuatu yang merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang lain.” (HR. Muslim)

“Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang dengan hartamu tetapi dengan wajah yang menarik (simpati) dan dengan akhlak yang baik.” ,                                           (HR. Abu Yu’la dan Al Baihaqi)

“Di antara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan dia tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati.” (HR. Adailami)

“Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya.” (HR. Ar-ridha)

“Barangsiapa banyak diam maka dia akan selamat.” (HR. Ahmad)

“Seorang sahabat berkata kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku.” Nabi SAW berpesan, “Jangan suka marah (emosi).” Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi SAW tetap berulang kali berpesan, “Jangan suka marah.” (HR. Bukhari)

“Dekatkan dirimu kepada-Ku (Alloh) dengan mendekatkan dirimu kepada kaum lemah dan berbuatlah ihsan kepada mereka. Sesungguhnya kamu memperoleh rizki dan pertolongan karena dukungan dan bantuan kaum lemah di kalangan kamu.”                (HR. Muslim)

“Alloh mewahyukan kepadaku agar kamu berperilaku rendah hati agar tidak ada orang yang menzalimi orang lain atau menyombongkan dirinya terhadap orang lain.”               (HR. Ahmad)

“Mintalah fatwa (keterangan hukum) kepada hati dan nafsumu. Kebajikan ialah apa yang menyebabkan jiwa dan hati tentram kepadanya, sedangkan dosa ialah apa yang merisaukan jiwa dan menyebabkan ganjalan dalam dada walaupun orang-orang meminta atau memberi fatwa kepadamu.” (HR. Muslim)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Panduan Akses E-Resources Kemenristekdikti

Final_PanduanAksesE-Resources Kemenristekdikti27May 2017

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Tugas & Tanggung Jawab Pengelola Jurnal

Tugas dan tanggung jawab pengelola antara lain:

  1. Menentukan nama jurnal, lingkup, keilmuan, keberkalaan, dan akreditasi apabila diperlukan.
  2. Menentukan keanggotaan dewan editor.
  3. Mendefinisikan hubungan antara penerbit, editor, mitra bestari, dan pihak lain dalam suatu kontrak.
  4. Menghargai hal-hal yang bersifat rahasia, baik untuk peneliti yang berkontribusi, pengarang/ penulis, editor, maupun mitra bestari.
  5. Menerapkan norma dan ketentuan mengenai hak atas kekayaan intelektual, khususnya hak cipta.
  6. Melakukan telaah kebijakan jurnal dan menyampaikannya kepada pengarang/ penulis, dewan editor, mitra bestari, dan pembaca.
  7. Membuat panduan kode berperilaku bagi editor dan mitra bestari.
  8. Memublikasikan jurnal secara teratur.
  9. Menjamin ketersediaan sumber dana untuk keberlanjutan penerbitan jurnal.
  10. Membangun jaringan kerjasama dan pemasaran.
  11. Mempersiapkan perizinan dan aspek legalitas lainnya.

Lukman, Atmaja, Hidayat. (2017). Manajemen Penerbitan Jurnal Elektronik. LIPI Press.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Etika Publikasi Jurnal

Kode etika publikasi ilmiah menjunjung tiga nilai etik dalam publikasi, yaitu:

  1. Kenetralan : bebas dari pertentangan kepentingan dalam pengelolaan publikasi
  2. Keadilan: memberikan hak kepengarangan kepada yang berhak sebagai pengarang/ penulis
  3. Kejujuran: bebas dari duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.

Lukman, Atmaja, Hidayat. (2017). Manajemen Penerbitan Jurnal Elektronik. LIPI Press.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Hadits Rahmat Allah

“Seorang masuk syurga bukan karena amalnya tetapi karena rahmat Allah Ta’ala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan benar).” (HR. Muslim)

“Barangsiapa tidak mengasihi dan menyayangi manusia maka dia tidak dikasihi dan tidak disayangi Allah.” (HR. Bukhari)

“Allah Azza wajalla berfirman (hadits qudsi): ” Rahmatku mendahului murkaku ”        (HR. Muslim)

“Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah akan memberinya maaf pada hari kesulitan.” (HR Athabrani)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar